Home
Login.
Artikelilmiahs
10485
Update
WAHYU CAHYONO
NIM
Judul Artikel
BIOAKUMULASI LOGAM BERAT KROMIUM (Cr) PADA KERANG TOTOK (Polymesoda sp.) DI PERAIRAN PLAWANGAN BARAT SEGARA ANAKAN CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kawasan Segara Anakan menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat di Kota Cilacap seperti kegiatan pertanian, transportasi kapal (cat kapal) dan rumah tangga serta industri. Adanya aktivitas masyarakat tersebut dapat menghasilkan bahan pencemar yang diduga mengandung logam berat Cr yang akan masuk ke perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Cr pada sedimen dan kerang totok serta korelasinya di perairan Plawangan Barat, Segara Anakan, Cilacap. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2014 menggunakan metode survey dengan teknik purposive random sampling pada enam stasiun. Kandungan logam berat Cr pada sedimen dan kerang totok diukur menggunakan Atomic Absorption Spectrometry. Hasil penelitian menunjukkan logam berat Cr pada sedimen berkisar antara 0,7757-1,0697 mg/kg dan pada kerang totok berkisar 0,3234-0,4613 mg/kg. Kandungan logam berat Cr pada sedimen belum melebihi standar baku mutu berdasarkan Canadian Council of Ministers of the Environment yaitu 52,3 mg/kg, sedangkan pada kerang totok di atas ambang baku mutu berdasarkan United States Environmental Protection Agency yaitu 0,15 mg/kg. Hubungan kandungan logam berat Cr pada sedimen dengan kerang totok menunjukkan tidak adanya hubungan dengan koefisien determinasi (R2) = 0,1829 dan koefisien korelasi parsial (r) = 0,4277. Berdasarkan nilai Concentration Factor Index diperoleh kategori tergolong rendah dengan nilai rataan 0,42±0,06.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Segara Anakan region became one of the central activities of the community in the Cilacap such as agriculture, transport vessel (ship paint), households and industry. The activities could generate contaminants, included Cr entered into the waters. This study aims to determine Cr content in sediments and Polymesoda sp. its correlation in the waters of West Plawangan, Segara Anakan, Cilacap. The research was conducted in July 2014 using a survey method with purposive random sampling technique in six stations. The content of Cr in sediment and Polymesoda sp. were measured by using Atomic Absorption Spectrometry. The results showed Cr in sediments ranged from 0.7757 to 1.0697 mg/kg and in the Polymesoda sp. ranged from 0.3234 to 0.4613 mg/kg. Cr content in sediments have not exceed quality standards by Canadian Council Ministers of the Environment at 52.3 mg/kg, whereas the Polymesoda sp. showed above the threshold quality standards by United States Environmental Protection Agency at 0,15 mg/kg. The relationship of Cr heavy metals in sediments with Polymesoda sp. showed no correlation with a coefficient of determination (R2) = 0.1829 and partial correlation coefficients (r) = 0.4277. Based on the value obtained by Concentration Factor Index showed low category with the average value of 0.42±0.06.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save