Home
Login.
Artikelilmiahs
10412
Update
MUHAMMAD HUSSEN
NIM
Judul Artikel
ANALISIS STRUKTUR AKTANSIAL DAN FUNGSIONAL CERITA-CERITA RAKYAT BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “Analisis Struktur Aktansial dan Fungsional Cerita-Cerita Rakyat Banyumas”. Alasan yang mendasari pemilihan objek kajian tersebut karena Cerita-Cerita Rakyat Banyumas memiliki struktur aktan dan struktur fungsional yang menarik untuk dikaji. Selain itu, Cerita-Cerita Rakyat Banyumas dipilih sebagai objek penelitian karena dianggap sesuai dengan Universitas Jenderal Soedirman yang mengedepankan aspek kearifan lokal. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi sebuah dokumentasi kebudayaan yang dapat bermanfaat bagi perkembangan Cerita Rakyat Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur aktansial dan fungsional yang terdapat dalam Cerita-Cerita Rakyat Banyumas. Struktur aktansial dan fungsional dalam cerita ini sangat beragam. Ada cerita yang memiliki skema aktansial yang lengkap, ada pula cerita yang memiliki skema aktansial yang tidak lengkap. Ada cerita yang memiliki struktur fungsional yang dapat mencapai tahap kegemilangan, ada pula cerita yang struktur fungsionalnya tidak berhasil mencapai tahap kegemilangan. Seperti cerita rakyat Babad Ajibarang (Djaka Mruyung) memiliki skema aktan yang lengkap. Skema aktan tersebut terdiri atas Adipati Galuh Pakuan (Munding Wilis/ Ki Sandi) beserta istrinya yang menduduki peran sebagai ‘pengirim’, ‘penerima’, sekaligus ‘subjek’. Peran ‘objek’ dalam cerita ini dimiliki oleh Djaka Mruyung. Abuwalang beserta istrinya menduduki peran sebagai ‘penentang’, sedangkan peran sebagai ‘penolong’ dalam cerita ini dimiliki oleh Ki Mranggi dan Telangkas. Struktur fungsional dalam cerita ini merupakan struktur fungsional yang dapat mencapai tahap kegemilangan. Cerita ini dapat mencapai tahap kegemilangan karena peran ‘subjek’ berhasil mendapatkan ‘objek’ dalam tahap utama cerita.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study, entitled “Analisis Struktur Aktansial dan Fungsional Cerita-Cerita Rakyat Banyumas”. Reasons underlying the selection of the study object because Cerita-Cerita Rakyat Banyumas have actant structure and functional structure that is interesting to study. In addition, Cerita-Cerita Rakyat Banyumas chosen as the research object because it is in accordance with The University of Jenderal Soedirman which emphasizes aspects of local knowledge. Hopefully this research can be a cultural documentation which can be useful for the development of Banyumas Folklore. This study aims to describe the actant structure and functional structure contained in Cerita-Cerita Rakyat Banyumas. Actant structure and functional in this story is very diverse. There is a story that has a complete aktansial scheme, there is also a story that has aktansial scheme incomplete. There is a story that has a functional structure that can reach the stage of glory, there is also a functional structure of the story had not reached the stage of glory. As folklore Babad Ajibarang (Djaka Mruyung) has complete actant scheme. Actant scheme consists of Adipati Galuh Pakuan (Munding Willis/ Ki Sandi) and his wife who occupied the role as ‘sender’, ‘receiver’, as well as ‘subject’. The role of ‘object’ in this story are owned by Djaka Mruyung. Abuwalang and his wife occupied the role as ‘opponents’, whereas the role of a ‘helper’ in this story are owned by Ki Mranggi and Telangkas. Functional structure in this story is a functional structure that can reach the stage of glory. This story can reach the stage of glory because the role of ‘subject’ secured ‘object’ in the main stage of the story.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save