Home
Login.
Artikelilmiahs
10348
Update
OKTOBERIMAN
NIM
Judul Artikel
PEMETAAN GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN DAN IDENTIFIKASI FASIES SERTA LINGKUNGAN PENGENDAPAN PADA FORMASI MELIAT CEKUNGAN TARAKAN BERDASARKAN DATA CORE, DATA LOG DAN DATA SEISMIK
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Daerah Nunukan dan Tana Tidung Provinsi Kalimantan Timur telah lama dikenal sebagai salah satu daerah penghasil migas di Indonesia. Daerah ini secara geologi merupakan suatu cekungan sedimentasi yang berkembang sejak tersier. Cekungan ini terbagi menjadi dua sistem sedimentasi utama secara berurutan yaitu sistem sedimentasi non-deltaik dan sistem sedimentasi deltaik. Daerah ini sangat menarik untuk dijadikan daerah penelitian dikarenakan keberadaan potensi hidrokarbon yang harus dimaksimalkan. Menurunnya angka produksi minyak dan gas yang diakibatkan oleh menurunnya jumlah cadangan minyak dan gas di Indonesia menjadi salah satu alasan utama untuk memaksimalkan potensi geologi ini salah satunya dengan melakukan penelitian tentang geologi bawah permukaan serta analisis fasies khususnya pada formasi Meliat yang merupakan salah satu reservoir di cekungan ini. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini berupa korelasi dan pemetaan geologi bawah permukaan dengan terlebih dahulu menginterpretasi dan menganalisis data-data yang ada seperti interpretasi litologi berdasarkan data log, dan data serbuk bor, interpretasi data seismik serta mereview kembali analisis biostratigrafi daerah penelitian. Formasi Meliat pada daerah penelitia tersusun atas litologi berupa dominasi perselingan batupasir-serpih dimana di beberapa tempat terendapkan batubara dan dolomit. Daerah ini memiliki struktur geologi berupa dua sesar utama berarah NE-SW dan satu antiklin utama yang memanjang dan berarah NW-SE. Analisis fasies menunjukkan keterdapatan fasies seperti distributary channel, distributary mouthbar dan tidal flat serta lingkungan pengendapan berupa tide dominated delta.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Nunukan and Tana Tidung Regencies, East Borneo Province has been known as one of oil and gas field in Indonesia. This area geologically is basin that has been developed since tertiary. This basin is divided into two major sedimentation systems which are non-deltaic sedimentation and deltaic sedimentation. This area is very interesting to be a researched area due to the occurrence of hydrocarbon potential that should be maximized. The decrease of oil and gas production number is becoming one of big reasons to maximize geological potency. One of the ways is doing the research about subsurface condition and facies analysis especially toward Meliat Formation that is one of reservoir in this basin. The methods that already done in this researched are correlation and subsurface geological mapping where formerly interpretation and analyze the data such as litologic interpretation based on log data and cutting, data interpretation based on seismic also reviewing biostratigraphy analysis in the research area. Meliat Formation in the research area is consist of lithologies such as alternating sandstone-shale and locally occurred coal and dolomite. This area having geology structure which consist of two major fault with NE-SW direction and one major anticline which elongated toward NW-SE direction. Facies analysis shows the occurrence of facies such as distributary channel, distributary mouthbar and tidal flat and also the paleo-environment is tide dominated delta.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save