Home
Login.
Artikelilmiahs
10256
Update
PUSPA ANGGRAINI
NIM
Judul Artikel
Analisis Kandungan Besi Pada Air Sumur Gali Di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen Tahun 2014
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Air sumur merupakan sumber air yang sangat vital bagi penduduk Indonesia terutama di daerah pedesaan. Air sumur dibuat dengan menggali tanah secara manual dengan kedalaman berbeda-beda menurut jenis tanah dan letak sumber air yaitu dapat berkisar antara 5-20 meter atau lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya besi (Fe) serta untuk mengetahui kadar besi (Fe) yang ada dalam air sumur gali di daerah Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen. Uji yang digunakan untuk mengetahui kadar besi adalah Spektrofotometri Serapan Atom. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga yang mempunyai sumur gali sebanyak 4837 sumur. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling sebanyak 101 sumur. Analisis data berupa penyajian data dalam bentuk tabel/diagram lalu membandingkan dengan standar baku air bersih. Kandungan besi pada air sumur gali berkisar antara 0,060 mg/l yang terletak di Desa Plarangan RT 03 RW 04 sampai 1,265 mg/l yang terletak di Desa Jatiluhur RT 04 RW 03. Pemetaan kandungan besi (Fe) pada air sumur gali untuk warna biru menunjukkan kandungan besi (Fe) < 1,0 mg/l sebanyak 92 sumur gali (91,08%) dan warna merah menunjukkan kandungan besi (Fe) > 1,0 mg/l sebanyak 9 sumur gali (8,91%). Kadar besi yang memenuhi syarat air bersih menurut Permenkes RI No. 416/MENKES/PER/IX/1990 sebanyak 92 sumur gali (91,08%) dan yang tidak memenuhi standar sebanyak 9 sumur gali (8,91%). Nilai kadar besi (Fe) yang melebihi standar kualitas air besih disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan untuk menurunkan kadar besi (Fe) pada air sumur.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Well water is a vital water source for Indonesian inhabitant especially at rural area. Well water is made by digging the ground manually with diference depth according to the kind of land and the site of water source i.e. about 5-20 meters or more. The experiment was aimed to fnd out whether there was iron in well water and the content of iron at Karanganyar, Kebumen. The tes used to find out iron content was Atomic Absorption Spectrophotometer. Type of research is descriptive quantitative with cross sectional approach. Population in this research is all households who have well as many as 4837. It is done in Simple Random Sampling with a total 101 well. Data analysis using presentation data in a table/diagram and than comparing with the cleaning water standard. Iron content in water well ranged from 0,060 mg/l in Plarangan village RT 03 RW 04 until 1,265 mg/l in Jatiluhur village RT 04 RW 03. Mapping on Fe content in water well for the blue colour indicates Fe content < 1,0 mg/l of 92 wells (91,08%) and red colour indicates Fe content > 1,0 mg/l 9 wells (8,91%). The content of iron (Fe) are eligible clening water according to Permenkes Deeree No. 416/MENKES/PER/IX/ 1990 as many as 92 wells and don’t eligible as many as 9 wells (8,91%). Content values that exceed drinking water quality standards are suggested to conduct further research to reduce the iron content in water wells.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save