Home
Login.
Artikelilmiahs
10254
Update
KIKI ELISHA
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DAN KEBERADAAN PEROKOK DENGAN KEJADIAN ISPA NON PNEUMONIA PADA BALITA (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Gandrungmangu I Kabupaten Cilacap)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kondisi fisik rumah dan keberadaan perokok diduga berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita. Cakupan rumah sehat di wilayah kerja Puskesmas Gandrungmangu 1 tahun 2013 sebesar 65,90% dan masih terdapat 36,40% perokok. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kondisi fisik rumah dan keberadaan perokok dengan kejadian ISPA Non Pneumonia pada balita. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Gandrungmangu I dengan jumlah sampel adalah 86 balita yang terdiri dari 43 balita sebagai kasus dan 43sebagai balita kontrol. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan case-control. Teknik pengambilan sampel kasus menggunakan teknik insidental sampling dan sampel kontrol menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat lima variabel independen yang berhubungan dengan kejadian ISPA Non Pneumonia pada balita di wilayah kerja Puskesmas Gandrungmangu 1 yaitu kepadatan hunian kamar dengan nilai (p=0,04,OR=2,87;95%CI) tingkat kelembaban dengan nilai (p=0,02,OR=2,97;95%CI), luas ventilasi kamar dengan nilai (p=0,04, OR=2,77;95%CI), pencahayaan kamar dengan nilai (p=0,03, OR=2,87;95%CI) dan keberadaan perokok dengan nilai (p=0,04, OR=3,30;95%CI), sedangkan variabel yang tidak berhubungan yaitu jenis dinding dengan nilai (p=0,21), jenis lantai rumah dengan nilai (p=1,00), dan jenis bahan bakar dengan nilai (p=0,48). Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya ISPA pada balita adalah dengan mengetahui pentingnya kepadatan hunian kamar yang sesuai dengan syarat kesehatan, tingkat kelembaban kamar, luas ventilasi kamar, pencahayaan kamar dan keberadaan perokok di dalam rumah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The house physical condition and smokers existence are predictably related to the acute respiratory infection on child. The target of healthy house in Puskesmas Gandrungmangu I at 2013 is about 65.90% and there are still 36.40% smokers. The purpose of this study is to determine the relationship between house physical condition and smokers existence toward NON-Pneumonia acute respiratory infection on child. This study is conducted in the Puskesmas Gandrungmangu 1 with 86 samples of childs which consist of 43 as cases and 43 as controls child. This research is was quantitative study with case-control approach. The case samples used incidental sampling technique and the control samples used simple random sampling. The results show that there were five independent variables that related to the Non Pneumonia acute respiratory infection on child in Puskesmas Gandrungmangu 1 area; the density room (p = 0.04, OR = 2.87, 95% CI) the humidity level (p = 0.02, OR = 2.97, 95% CI), ventilation room (p = 0.04, OR = 2.77, 95% CI), lighting (p = 0, 03, OR = 2.87, 95% CI) and smokers existence (p = 0.04, OR = 3.30, 95% CI), meanwhile, the unrelated variables are the type of walls (p = 0.21), type of house floors (p = 1.00), and the type of fuels (p = 0.48). The preventive actions to prevent this condition wits knowing the importance of the density of occupancy in accordance with the requirements of health, level of room humidity, ventilation of rooms, room lighting and the presence of smokers in the house.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save