Home
Login.
Artikelilmiahs
10224
Update
ANDRIAN NOVATMIKO
NIM
Judul Artikel
PERSEPSI KELUARGA PASIEN TERHADAP PENGGUNAAN VENTILATOR PADA PASIEN MATI BATANG OTAK (MBO) DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang. Konsep kematian mulai berkembang dari waktu ke waktu. The Conference of Medical Royal Colleges di Inggris tahun 1976, menyatakan bahwa kematian otak adalah hilangnya fungsi batang otak yang komplit dan irreversible. Di sebagian besar negara, baik negara maju ataupun negara berkembang, kriteria mati batang otak digunakan untuk menentukan hidup matinya seseorang, meskipun konsep ini juga kurang dipahami oleh sebagian keluarga pasien. Akibatnya sering terjadi kesalahpahaman antara pihak dokter dan keluarga pasien. Tujuan. Mengeksplorasi persepsi keluarga pasien terhadap penggunaan ventilator pada pasien mati batang otak (MBO) di RSUD Prof. DR. Margono Soekarjo Purwokerto. Metodologi Penelitian. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode wawancara semi terstruktur. Informan merupakan keluarga dari pasien yang didiagnosis MBO dan menggunakan ventilator. Hasil dan Pembahasan. Hasil penelitian ini menunjukkan kurangnya pengetahuan keluarga pasien mengenai MBO dan ventilator dan munculnya persepsi negatif terhadap penghentian penggunaan ventilator pada pasien MBO. Keluarga pasien dalam penelitian memiliki ekspektasi lebih terhadap kesembuhan pasien dan proses pengambilan keputusan dilakukan oleh keluarga terdekat pasien. Selain itu, proses perawatan pasien menimbulkan emosi negatif dan kurang puas terhadap pelayanan rumah sakit. Walaupun demikian keluarga pasien tetap memberikan kepercayaan kepada dokter. Kesimpulan. Penelitian ini mengidentifikasi kurangnya pengetahuan dari keluarga pasien dan timbulnya persepsi negatif keluarga pasien terhadap penghentian penggunaan ventilator pada pasien MBO. Selain itu ditemukan beberapa masalah lain yang juga berkaitan dengan kurangnya komunikasi efektif antara tim medis (dokter dan pearawat) dengan pasien selama perawatan berlangsung.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background. The concept of death begin to evolve over time. The Conference of Medical Royal Colleges in the UK in 1976, stated that brain death is a complete and irreversible loss of brain stem function. In most countries, whether developed or developing countries, the brain stem death criteria has been used to determine a person's life and death, although this concept has been poorly understoood by most families of patients. The result is often misunderstanding between the physician and the patient's family. Purpose. To explore perceptions of patient's family on the use of ventilators in patients with brain stem death (BSD) in Prof. DR. Margono Soekarjo hospital. Method. This qualitative study uses semi-structured interviews. Informants are family of patients who had been diagnosed with brain stem death (BSD) and had been on a ventilator. Results and Discussion. The results of this study shows the lack of knowledge from patient's family about BSD and ventilator, the emergence of negative perception on discontinuation of ventilator used in BSD patients, families have more expectations on recovery of patients, the decision-making processes were carried out by patient's family of kin. Moreover, patient care resulted in negative emotions and patient’s family were less satisfied with hospital services. Nevertheless, patient's family still entrusted the doctor. Conclusion. The study found a lack of knowledge from patient's family and the emergence of a negative perception from patient's family about discontinuation of ventilator in patients with BSD. The study also found the lack of effective communication between medical personnels (doctors and nurses) and patient’s family during patient care.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save