Home
Login.
Artikelilmiahs
10197
Update
FIRDANTYA CEMPAKARANI DANIAR
NIM
Judul Artikel
PREFERENSI LEBAH LIAR TERHADAP WARNA BUNGA TANAMAN DI HUTAN PENDIDIKAN KONSERVASI GUNUNG TUGEL BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Keberadaan serangga penyerbuk pada suatu habitat dikaitkan dengan faktor penarik primer dan sekunder dari tumbuhan berbunga yang ada di habitat tersebut. Faktor penarik primer bagi serangga penyerbuk antara lain morfologi bunga, warna bunga, polen dan nektar sedangkan faktor penarik sekundernya adalah aroma bunga. Lebah sangat mengandalkan orientasi visual sebelum memutuskan tumbuhan mana yang harus didekati. Warna bunga yang mencolok akan mengundang lebah untuk mengunjunginya sebab warna merupakan atraktan yang paling penting bagi serangga ini. Warna bunga dianggap sebagai sinyal penunjuk lokasi keberadaan sumber pakan bagi lebah. Selain untuk menunjukan lokasi pakan, sinyal tersebut juga sangat penting untuk membedakan jenis pakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui preferensi lebah liar terhadap warna bunga dan mengetahui keragaman lebah liar pada berbagai warna bunga. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel purposive pada petak lahan tanaman berbunga ungu, kuning, putih dan merah. Pengambilan lebah dilakukan sebanyak 3 kali dalam seminggu dengan periode pengambilan selama 3 minggu. Data yang didapat dianalisis secara deskriptif, ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik untuk mengetahui preferensi lebah liar tersebut. Keragaman lebah liar dihitung dengan indeks Shannon-Wiener menggunakan software BioDiversity Pro. Hasil penelitian didapatkan 6 spesies lebah liar yaitu Xylocopa latipes, X. confusa, Megachile sp., M. centuncularis, Lasioglossum malachurum, dan Amegilla cingulata. Preferensi lebah terhadap warna bunga di Hutan Pendidikan Konservasi Gunung Tugel Banyumas yaitu pada bunga berwarna ungu dilihat dari frekuensi kunjungannya sebanyak 56 individu (44%) sedangkan keragaman lebah yang paling tinggi terdapat pada bunga berwarna kuning ditunjukan dengan banyaknya jumlah spesies yang berkunjung yaitu 4 spesies lebah sebanyak 45 individu (37%). Keragaman lebah pada berbagai warna bunga di HPKGT tergolong rendah dengan nilai indeks Shannon-Wiener berkisar antara 0.000 - 0.480.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The existence of insect pollinators associated by primary and secondary attractan factors of flowering plants in their habitats. Primary attractan factors for insect pollinators are morphology, color, pollen, and nectar, therefore secondary attractan factor is flower’s scent. Bees do rely on visual orientation before deciding which flowers should be approached. Eye catching color of flower will attracts bee for coming because this is the most important. Flower’s color considered as location guide signal where the food source is, and it is also important to differentiate of food type. This research aimed to know preference wild type bee to flower’s color, and to know diversity of wild type bee to flower’s color. This research used survey method by purposive sample retrieval at areas that consist of purple, yellow, white, and red flowering plants. At sampling, there are three times per a week for three weeks. Data analyzed descriptively showed at table and graph form to know preference of wild type bee. Diversity wild type bee calculated using Shannon-Wiener Index by BioDiversity Pro software. Research resulted six species of wild type bee, they are Xylocopa latipes, X. confusa, Megachile sp., M. centuncularis, Lasioglossum malachurum, and Amegilla cingulata. Preference of wild type bee to flower’s color at Hutan Pendidikan Konservasi Gunung Tugel Banyumas is Purple flower observed by frequency visiting 56 individuals (44%), therefore the highest diversity wild type bee at yellow flower observed by number of species visiting 45 individuals ( 37%). The diversity wild type bee at flower’s color in HPKGT classified lower with Shannon-Wiener Index values ranged between 0,000 – 0,480.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save