Home
Login.
Artikelilmiahs
10105
Update
EDI SETYAWAN
NIM
Judul Artikel
Fenomena Pernikahan Dini (Alasan Remaja MelakukanPernikahan Dini di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas) The Phenomenon of Early Marriage (The Reason Teens do Early Marriage in Sumbang District of Banyumas Regency)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Salah satu akibat dari kenakalan remaja adalah pernikahan dini. Di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas, remaja laki-laki usia 16-18 tahun sebanyak 9 orang yang melakukan pernikahan dini sedangkan remaja perempuan usia 15 tahun sebanyak 6 orang pada tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan remaja melakukan pernikahan dini di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Teknik penentuan informan menggunakan Purposive Sampling, dengan 5 sasaran utama (pelaku pernikahan dini) dan 4 sasaran pendukung (keluarga, tetangga dan pegawai KUA). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah data primer (transkrip wawancara) dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif, yang komponennya terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa alasan remaja melakukan pernikahan dini di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas karena remaja perempuan telah hamil di luar nikah, adanya anggapan bahwa pihak laki-laki telah mampu secara ekonomi, perjodohan, stigma tentang perawan tua, pemahaman yang salah mengenai fungsi keluarga, rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi dan ketidaktegasan pemerintah dalam menjalankan undang-undang. Sikap orang tua dalam menyikapi keputusan anaknya untuk melakukan pernikahan dini mayoritas terpaksa menyetujui karena anaknya telah hamil terlebih dahulu dan yang lain menyetujui. Pernikahan dini memiliki dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif dari pernikahan dini adalah pola pikir menjadi lebih dewasa dan peningkatan perekonomian keluarga bagi suami yang memiliki pekerjaan tetap. Dampak negatif dari pernikahan dini adalah hilangnya kesempatan untuk melanjutkan sekolah, perekonomian sulit bagi suami yang belum bekerja secara serabutan dan perceraian. Implikasi yang bisa diambil dari penelitian ini adalah pendidikan sangat penting untuk mencegah pernikahan dini karena dengan mereka sekolah dapat menunda usia pernikahan. Orang tua harus selalu mengawasi anaknya dalam setiap aktifitas namun jangan sampai mengganggu kebebasan anak dalam berekspresi. Pemerintah daerah berkewajiban memberikan sosialisasi atau penyuluhan tentang Undang–Undang Perkawinan dan sosialisasi mengenai dampak negatif dari pernikahan dini bagi anak remaja ataupun orang tua. Kata kunci : remaja, pergaulan bebas, pernikahan dini, perceraian
Abtrak (Bhs. Inggris)
The consequences of juvenile delinquency is early marriage. In Sumbang District of Banyumas, male adolescents aged 16-18 years old, there are 9 people did early marriage among girls aged 15 years old as many as 6 people in 2013. The aims of this study is for knowing the reason why teens do early marriage in Sumnbang District of Banyumas. This study used a descriptive qualitative method. The study was conducted in Sumbang District of Banyumas. Determination technique using purposive sampling, with five main target (actor early marriage) and 4 support target (family, neighbors and employees KUA). Data collection techniques using in-depth interviews, observation and documentation. Source of data used is primary data (interview transcripts) and secondary data. The data analysis technique used is interactive analysis, whose components consist of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study indicate that the reason teens do early marriage in Sumbang District of Banyumas because adolescent girls has been pregnant out of wedlock, there is an argument that the men had been able to economically, matchmaking, stigma about spinster, misconceptions about of function family, poor knowledge of reproductive health and government indecision in implementing legislation. Parents wisdom in dealing with his son's decision to conduct early marriage majority them perforce agree because their children have been and others agreed. Early marriage has a positive impact and the negative impact. The positive impact of early marriage is more mature mindset and improving the economy of the family for the husband who has a permanent job. The negative impact of early marriage is the loss of the opportunity to continue their education, the economy is difficult for a husband who has not worked odd jobs and divorce. The implications that can be drawn from this research are education very important to prevent the education of early marriage because if they school can delay the age of marriage. Parents should always supervise their children in every activity but do not to interfere with the child freedom of expression. The local government shall provide socialization or extension of Marriage Act and the socialization of the negative impact of early marriage for teenagers or parents. Keywords: teen, promiscuity, early marriage, divorce
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save