Home
Login.
Artikelilmiahs
10069
Update
IAL FAODJI
NIM
Judul Artikel
PERAN IBU RUMAH TANGGA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN EKONOMI (Studi Tentang Peranan Perempuan Buruh Pekerja Plasma Pabrik Bulu Mata dalam Pemenuhan Kebutuhan Keluarga di Desa Bobotsari, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Keluarga merupakan kelompok primer yang terpenting dalam masyarakat. Secara historis keluarga terbentuk dari satuan yang merupakan organisasi terbatas, dan mempunyai ukuran yang minimum, terutama pihak-pihak yang pada awalnya mengadakan suatu ikatan. Peran bapak sangat besar dan penting dalam kehidupan suatu keluarga. Bapak memang bukan yang melahirkan anak, tetapi peranan bapak dalam tugas perkembangan anak sangat dibutuhkan. Bapak harus memenuhi kebutuhan anak dan istrinya, meliputi aspek papan, sandang, dan pangan, serta kesejahteraan keluarganya akan tetapi sekarang mulai terjadi perubahan dimana dalam suatu keluarga seorang ibu lah yang banyak memiliki peran penting dalam kesejahteraan keluarga seperti yang terjadi di Desa Bobotsari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Sasaran penelitian dalam penelitian ini adalah Sasaran utama dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang bekerja di pabrik bulu mata. Kategori informan yang diambil oleh peneliti adalah ibu rumah tangga pekerja plasma yang mempunyai anak. Sasaran pendukung dalam penelitian ini adalah suami dan orang tua dari sasaran utama. Adapun teknik menentukan informan yaitu purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 10 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan model Analisis Interaktif sebagai metode analisis data. karakteristik umur informan yang diteliti berumur 30 sampai 37 tahun. Sedangkan tingkat pendidikan dari informan adalah Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pendidikan dapat meningkatkan ke kemajuan kualitas hidup. Lain halnya dengan pabrik bulu mata yang tidak adanya tingkat pendidikan minimal untuk masuk bekerja sebagai pekerja plasma. Pendapatan yang mereka peroleh mereka anggap sebagai pendapatan keluarga. Sehingga penggunaan pendapatan juga merupakan penggunaan atau belanja untuk kebutuhan keluarga. Pembagian upah dibagi menjadi beberapa bagian pekerjaan dalam membuat bulu mata, 1 orang pekerja memegang 1 bagian pekerjaan, Pembagian upah diberikan kepada pekerja plasma per/ 2 minggu sekali tergantung permintaan pekerja plasma. 1 orang pekerja menghasilkan Rp 70-80ribu per minggu. Pekerja plasma merupakan salah satu pilihan untuk mensejahterakan keluarga dimana penghasilan yang diterima dari bekerja sebagai pekerja plasma sedikit banyak mengurangi beban hidup yang ditanggung sebelum menjadi pekerja plasma. Penghasilan rata-rata buruh pekerja plasma pabrik bulu mata. Perhari penghasilan pekerja plasma di pabrik bulu mata rata-rata berkisar antara Rp 20.000 sampai Rp 27.000 perhari, maka penghasilan pekerja plasma di pabrik bulu mata per dua minggu adalah Rp 280.000 sampai Rp 378.000, penghasilan pekerja plasma dihitung perhari dan per dua minggu karena sistem pembayaran yang ditentukan oleh pabrik bulu mata tersebut hanya perhari dan per dua minggu. Dari data tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa penghasilan pekerja plasma dipabrik bulu mata di Desa Bobotsari tidak lebih dari Rp 30.000 perhari. Maka dalam satu bulan pekerja plasma mempunyai penghasilan rata-rata Rp 800.000. Penggunaan frekuensi makan sebanyak 3 kali atau lebih sebagai indikator kecukupan makan didasarkan pada kondisi nyata di desa-desa dimana rumah tangga yang memiliki persediaan makanan pokok ‘cukup’ pada umumnya makan sebanyak 3 kali per hari. Kata Kunci : Pekerja Plasma, Keluarga, Kesejahteraan Keluarga.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Family is the most important primary groups in society. Historically family unit is formed of a limited organization, and have a minimum size, especially those who initially held a bond. The role of the father of a very large and important in the life of a family. Father does not beget children, but the role of the father in child development tasks are needed. You've got to meet the needs of his wife and children, covering aspects of shelter, clothing, and food, as well as the welfare of his family but is now starting to change in a family where a mother who has many important roles in the family welfare as happened in the village Bobotsari. The method used in this research is descriptive qualitative method. Target of this research is the main target of this research is a housewife who works in a factory eyelashes. Category informants taken by researchers is housewife plasma workers who have children. The target of this research is supporting the husband and the parents of the main targets. The technique of determining the informant is purposive sampling with informants as many as 10 people. Methods of data collection in this study are in-depth interviews, observation, and documentation. This study uses a model of the Interactive Analysis as a method of data analysis. characteristics of the studied age informants aged 30 to 37 years. While the educational level of the informants are Junior High School (SMP). Education can improve the quality of life to progress. As with the factory eyelashes absence of a minimum education level for entry working as a plasma. The income they earn they regard as family income. So the use of revenue is also the use or shopping for family needs. The division is divided into several sections wage job in making eyelashes, 1 worker holds one piece of work, wages given to workers division of plasma per / 2 weeks depending on the worker's request plasma. 1 USD 70-80ribu workers produce per week. Plasma workers is one option for the welfare of families where the income earned from working as a plasma workers to some extent reduce the burden borne life before becoming a plasma workers. The average income of workers plasma factory worker lashes. Daily income of workers in the factory eyelashes plasma average ranges between Rp 20,000 to Rp 27,000 per day, then the earnings of workers at the plant plasma lashes per fortnight is Rp 280,000 to Rp 378,000, plasma labor income is calculated per day and per two weeks for payment systems specified by the manufacturer of the eyelashes only a day and a fortnight. From these data it can be concluded that the earnings of workers in the plant plasma Bobotsari eyelashes in the village of not more than USD 30,000 per day. So in one month plasma workers have an average income of Rp 800,000. The use of the frequency of eating as much as 3 times or more as an indicator of the adequacy of eating based on the real conditions in villages where households have a supply of staple foods 'enough' in general eat 3 times per day. Keywords: Plasma Worker, Family, Family Welfare.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save