Home
Login.
Artikelilmiahs
10036
Update
PURWO WIDODO
NIM
Judul Artikel
TRADISI UJUNGAN DI DESA GUMELEM WETAN KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN BANJARNEGARA (STUDI DESKRIPTIF TENTANG TRADISI UJUNGAN)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Judul penelitian ini adalah “Tradisi Ujungan di Desa Gumelem Wetan Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara (Studi Deskriptif Tentang Tradisi Ujungan)”. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui eksistensi tradisi ujungan, dan untuk mengetahui pelaku dalam memaknai tradisi ujungan di Desa Gumelem Wetan terhadap perubahan fungsi tradisi ujungan pada saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan dua jenis data, yaitu primer dan sekunder. Teknik pemilihan informannya menggunakan teknik purposive sampling (sampling bertujuan), pengumpulan data menggunakan teknik wawancara semistruktur, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis interaktif sedangkan teknik yang disimpulkan guna mendapatkan validitas data yaitu menggunakan triangulasi data, dengan cara membandingkan data yang diperoleh dari sumber yang berbeda-beda dan membandingkan data yang diperoleh melalui teknik pengumpulan data yang berbeda-beda. Berdasarkan data yang diperoleh selama penelitian berlangsung, didapatkan beberapa kesimpulan. Pertama, Tradisi ujungan merupakan suatu tradisi yang berkembang dan sudah ada sejak dulu di wilayah Susukan, tepatnya di Desa Gumelem Wetan dan masih dijaga eksistesinya hingga kini yakni dengan adanya perubahan, seperti berkaitan dengan aturan pemukulan, hari pelaksanaan, tempat atau lokasi pelaksanaan ritual tradisi ujungan, dan dari penontonnya sendiri. Ini menunjukkan bahwa ujungan mengalami perubahan pada bentuk tradisi yang menyesuaikan perubahan jaman sehingga tetap bisa mentradisi sekaligus bisa menjadi media hiburan. Kedua tradisi ujungan memiliki makna yang diwariskan secara turun temurun. Makna yang muncul bukan hanya makna atas ritual tetapi juga atas ube rampe yang digunakan dalam ritual. Setiap ube rampe dan sesaji mengandung makna masing-masing yang sudah diyakini dari dahulu hingga sekarang. Selain itu, rasa kebanggan yang dimiliki oleh anggota Paguyuban Seni Tradisional Ujungan Giring Budoyo sebagai pelestari ujungan yang masih ada sampai sekarang merupakan suatu bentuk kecintaan mereka terhadap warisan leluhur.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The title of this research is “Ujungan Tradition In Gumelem Wetan Village, Subdistrict of Susukan, Banjarnegara Regency (Descriptive Study of Ujungan Tradition)”. The purpose of the research is to find out the executant’s attitude in interpreting ujungan tradition in Gumelan Wetan village towards the function alteration of the tradition nowadays. The method which is used in this research is descriptive qualitative method. The research employs two kinds of data, primary data and secondary data. The informants are selected through purposive sampling technique, while the data is collected through semi-structured interview, observation, and documentation. The data analysis is done through interactive analysis whereas the concluded technique to obtain the data validity is data triangulation; by comparing the data which come from various sources and various technique of data collections. Several conclusions can be drawn based on the obtained data during the research. Firstly, the tradition of ujungan is a developed tradition and has existed for a long time in Susukan region, to be exact, in Gumelem Wetan village. This tradition’s existence have been preserved until now by some adjustments to the rule of beating, the time and location of carrying out, and the spectators itself. It shows that ujungan has undergone transformation on its form of tradition adjusting to the change of ages that, nowadays, it can still function culturally and also provide entertainment to the society. Secondly, the tradition of ujungan has distinct hereditary meaning. The meaning does not only come from the ritual itself but also from the kinds of ube rampe which are presented in it. Every ube rampe and offerings contains certain meanings which have been believed from the past until the present time. Furthermore, the pride of the members of Traditional Art Association “Ujungan Giring Budoyo” as the preserver of the tradition’s continuation is a manifestation of their love towards their predecessor’s heritage.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save