Home
Login.
Artikelilmiahs
10023
Update
GANDHI SANDRYA
NIM
Judul Artikel
Peran Front Pembela Islam (FPI) Jakarta Sebagai Kelompok Penekan dalam Penyelesaian Konflik Sengketa Tanah Makam Mbah Priok di Koja Jakarta Utara
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Peran Front Pembela Islam (FPI) Jakarta Sebagai Kelompok Penekan Dalam Penyelesaian Konflik Sengketa Tanah Makam Mbah Priok di Koja Jakarta Utara”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana ormas menjadi salah satu kekuatan politik melalui peran Front Pembela Islam Jakarta sebagai kelompok penekan dalam penyelesaian konflik sengketa tanaha Makam Mbah Priok di Koja Jakarta Utara. Kemudian penelitian ini juga bertujuan untuk memahami Strategi yang dilakukan FPI Jakarta dalam penyelesaian konflik sengketa tanah ini. Pertama, konflik sengketa tanah ini berawal terjadi karena adanya saling klaim hak kepemilikan tanah antara pihak ahli waris dan PT. Pelindo II, kemudian meluas menjadi bentrokan antara masyarakat dengan satpol PP dikarenakan adanya keberpihakan pemerintah terhadap pihak Pelindo II dan ini yang menjadi awal FPI Jakarta ikut dalam konflik ini sebagai kelompok penekan. Kedua, FPI Jakarta mencoba menjalankan fungsi salah satu ormas sebagai kelompok penekan dalam konflik sengketa tanah makam Mbah Priok ini. FPI Jakarta diharapkan menjadi unsur diluar dua pihak yang bersengketa yang dapat menjadi salah satu unsur yang dapat membantu menyelesaikan konflik sengketa tanah Makam Mbah Priok dengan bijaksana dan tidak berpihak siapa pun Data dalam penelitian ini di dapatkan dari hasil wawancara mendalam dan studi dokumentasi, baik dalam bentuk buku, jurnal, maupun internet. Metode analisis data yang digunakan adalah model interaktif Milles and Huberman. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan snowball sampling. Validitas data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik triangulasi data. Penelitian ini dilakukan di Koja Jakarta Utara. Berdasarkan hasil penelitian, dengan menjadi kelompok penekan, FPI Jakarta sebagai salah satu ormas yang menjadi unsur lain di luar dua pihak yang bersengketa berhasil melakukan tindakan yang memang harus dilakukan sebagai kelompok penekan , yaitu dengan memberi pengaruh, dan mendesak pemerintah atau pihak yang terkait dalam membuat kebijakan untuk penyelesaian konflik sengketa tanah Makam Mbah Priok di Koja Jakarta Utara. FPI Jakarta melalui tiga ide yang dikeluarkan menjadi awal mula terbentuknya sembilan kesepakatan yang di jadikan sebagai kebijakan sementara untuk penyelesaian konflik sengketa tanah Makam Mbah Priok pada tahun 2013. Keberhasilan FPI Jakarta itu tak lepas dari strategi yang digunakan FPI Jakarta untuk menyelesaikan konflik sengketa tanah ini. Dengan menggunakan strategi yang persuasif melalui komunikasi horizontal dan vertikal, pemanfaatan media website resmi FPI Jakarta, dan mengirim beberapa anggota FPI ke area makam Mbah Priok. Kata Kunci: Kelompok Penekan. Peran Ormas, Konflik dan Konsensus
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT This research entitled “the role of the Islamic Defenders Front (FPI) Jakarta as a pressure group in the conflict resolution of disputes Mbah Priok land in Koja, North Jakarta”. The purpose of this study is to describe how the organization became a political force through the role of the Islamic Defenders Front (FPI) Jakarta as a pressure group in the conflict resolution of disputes Mbah Priok land in Koja, North Jakarta. And than, this research also aims to understand the strategy FPI Jakarta in resolving this conflict land disputes. First, land conflict disputes originated occurs because of the mutual claims of land ownership among the heirs and PT. Pelindo II, and then expanded into a clash between colony with Satpol PP due to the concern of the government against the PT. Pelindo II and this is the beginning of FPI Jakarta participated in this conflict as a pressure group. Secondly, FPI Jakarta tried to run one of the organizations function as a pressure group in this land conflict disputes. FPI Jakarta is expected to be an element outside of the two part to the dispute which may be one of the elements that can help resolve land conflict disputes Mbah Priok wisely and not siding whoever. Data in this research was obtained from in-depth interview and documentation, either in the form of book, journal or internet. The data analysis method used was Milles and Hubberman interactive model. The selection informant technique in this research used purposive sampling and snowball sampling method. Data validity used in this research was triangulation data technique. Location of the study was conducted in Koja, North Jakarta DKI Jakarta. Based on the research results, by being a pressure group, FPI Jakarta as one of the organizations that into other outside elements of the two part to the dispute successfully perform that action had to be done as a pressure group, that is with an impact, and urged the government to make a policy for land conflict resolution disputes Mbah Priok in Koja, North Jakarta. FPI Jakarta through ideas released into the origin of the nine agreements in use as a temporary policy for land conflict resolution of disputes Mbah Priok in Jakarta on 2013. The success was not separated from the FPI Jakarta strategies used to resolve this land conflict disputes. By using persuasive strategies through horizontal and vertical communication, use of internet media such as FPI Jakarta's official website, and sent several members of the FPI to the area of the tomb. Word keys: pressure groups. The role of mass Organization, Conflict and Consensus
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save